Iskol Agridaya

Dari Sawit untuk Negeri: BPDP kembali menggandeng PT Iskol Agridaya Internasional Gelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun SDMPKS di Provinsi Riau Angakatan I dan angkatan II

Sumber daya manusia yang unggul merupakan fondasi utama dalam mendukung keberlanjutan dan daya saing industri kelapa sawit nasional. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI (Ditjen Perkebunan) terus mendorong pelaksanaan program-program pelatihan yang strategis dan berdampak langsung bagi para pelaku di sektor perkebunan.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BPDP dan Ditjen Perkebunan menggandeng PT Iskol Agridaya Internasional sebagai salah satu penyelenggara kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membina dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang kelapa sawit, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan dalam membangun industri yang berkelanjutan dan berkualitas.

Gambar 1 Foto Bersama Dengan Dinas Provinsi Riau, Kabupaten Singing Dan Kabupaten Bengkalis

Pada tanggal 14 Mei – 17 Mei 2025, bertempat di The Bono Hotel, Kota Pekanbaru, PT Iskol Agridaya Internasional memulai kegiatan Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun SDMPKS. Kegiatan ini diikuti oleh 60 pekebun sawit berasal dari Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten kuantan Singingi, terbagi menjadi dua kelas intensif. Dengan rincian sebagai berikut, pada kelas pertama diikuti oleh 30 peserta berasal dari Kabupaten Bengkalis, sedangkan kelas kedua diikuti oleh 15 pekebun berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi dan 15 Pekebun berasal dari Kabupaten Singingi

Penumbuhan Kebersamaan Pekebun SDMPKS. merupakan salah satu tema pelatihan yang diusung oleh  BPDP dan Ditjen Perkebunan dalam program ini. Tujuan dari pelatihan ini yakni memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di antara pekebun sawit, sehingga pekebun sawit dapat bekerja sama untuk menjalankan kegiatan usaha secara bersama-sama, berkelompok dan menciptakan kelompok sawit yang baik serta produktif.

Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun  SDMPKS secara resmi dimulai pada tanggal 14 Mei 2025, ditandai dengan seremoni pembukaan yang dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemerintah daerah dan pusat. Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Mohamad Azmir, S.Hut., M.Sc, serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kuantan Singingi yang diwakili oleh Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan, Rudi Achmad Haryadi, S.Pt. Pembukaan dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syahrial Abdi, AP., M.Si, yang juga memberikan arahan dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Selain itu, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ardi Praptono, SP., M.Agr, turut memberikan sambutan secara daring, menyampaikan apresiasi serta harapan agar pelatihan ini dapat memperkuat semangat kolaborasi dan kemandirian pekebun sawit.

Gambar 2 Penyerahan Training KIT Secara Simbolis Oleh Perwakilan Dinas

Salah satu sesi pelatihan diisi dengan penyampaian materi oleh Ibu Ade Astri, SP., MSi pada kelas pertama dan Ibu Hidayati Fatchur Rochmah, SP., Msi pada kelas kedua dengan tema “Peningkatan Kesadaran Berkelompok dan Pengelolaan Kelompok”. Materi disampaikan secara informatif dan komunikatif, sehingga peserta dapat memahami isi materi dengan baik serta aktif terlibat dalam diskusi. Penyampaian yang jelas dan relevan dengan kondisi pekebun di lapangan membantu peserta dalam menangkap pentingnya membangun kesadaran berkelompok serta mengelola kelembagaan tani secara efektif, sebagai dasar untuk menciptakan kelompok yang solid dan berdaya saing.

Kemudian pelatihan dilanjutkan dengan tema “Jejaring Kelompok Pekebun” yang disampaikan oleh Bapak Pipin Sukandi, SE., MM pada kelas pertama dan Ibu Merry Gloria Meliala, SP., M.Si. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun jaringan antar kelompok pekebun guna memperkuat posisi kelembagaan, meningkatkan akses informasi, serta memperluas peluang kerja sama dalam pengembangan usaha tani kelapa sawit secara berkelanjutan.

Gambar 3 Penyampaian Materi Pelatihan Oleh Narasumber ISKOL

Pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus berhasil menarik perhatian peserta, yang secara aktif terlibat dalam diskusi dan turut membagikan pengalaman praktis mereka di lapangan. Materi pelatihan memperkuat pemahaman tentang kepemimpinan, strategi menghadapi tantangan, membangun budaya kolaboratif, serta menjaga keharmonisan tim. Pelatihan ini juga mendorong partisipasi peserta dalam simulasi pengambilan keputusan strategis untuk membentuk tim yang solid dan adaptif di sektor perkebunan kelapa sawit.

Gambar 4 Kegiatan Diskusi Kelompok Saat Pelatihan

Melalui pelatihan ini, diharapkan para pekebun kelapa sawit dapat membangun kelembagaan yang lebih kuat, meningkatkan semangat kebersamaan, serta memperkuat kerja sama dalam pengelolaan usaha tani. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan, guna mewujudkan sektor kelapa sawit yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Recent Posts