Iskol Agridaya

Sinergi BPDP dan Iskol Agridaya Perkuat Kelembagaan Pekebun Sawit Menuju Sawit Rakyat Mandiri dan Berkelanjutan

Jambi, 18–27 September 2025 – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI (Ditjen Perkebunan) berkolaborasi dengan PT Iskol Agridaya Internasional (ISKOL) dalam menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS). Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari di Aston Jambi Hotel & Conference Center, diikuti oleh 65 pekebun sawit Kabupaten Sarolangun yang terbagi dalam Angkatan 1 (33 peserta) dan Angkatan 2 (32 peserta). Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi pekebun dalam hal kelembagaan kelompok tani, yang menjadi faktor penting dalam mewujudkan perkebunan rakyat sawit yang mandiri dan berkelanjutan. Melalui kelembagaan yang kuat, diharapkan pekebun mampu meningkatkan produktivitas, daya saing, serta kesejahteraan di tingkat perkebunan rakyat.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pengelolaan perkebunan sawit rakyat di tengah tuntutan keberlanjutan dan daya saing pasar global. Melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, pekebun diharapkan dapat mengoptimalkan peran kelompok tani, memperbaiki tata kelola usaha, serta memastikan keberlanjutan dan produktivitas perkebunan sawit di Sarolangun.

Kolaborasi antara BPDP, Ditjen Perkebunan, dan ISKOL ini menunjukkan komitmen bersama untuk mendorong terwujudnya perkebunan sawit rakyat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan pekebun.

Selain penyampaian materi oleh para narasumber, pelatihan ini dikemas dengan metode diskusi partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif dalam setiap sesi pembelajaran. Peserta tidak hanya menerima paparan materi, tetapi juga diajak untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran menjadi lebih dinamis, interaktif, dan jauh dari kesan monoton.

Melalui diskusi partisipatif ini, para pekebun dapat belajar dari pengalaman sesama peserta, memperoleh contoh-contoh praktik baik yang telah diterapkan di daerah lain, serta mendapatkan solusi praktis atas masalah yang mereka hadapi di kebun dan dalam pengelolaan kelompok. Metode ini juga mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap materi yang dibahas, karena peserta merasa dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran.

Tidak hanya itu, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga melakukan kunjungan lapang ke Koperasi Unit Desa (KUD) Agro Makmur di wilayah setempat. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk melihat secara langsung peran penting koperasi dalam mendukung keberhasilan perkebunan sawit rakyat.

Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh penjelasan tentang manfaat dan keuntungan bergabung dengan koperasi, termasuk bagaimana sistem penjualan

hasil sawit melalui koperasi mampu menciptakan harga yang lebih transparan, adil, dan memberikan kepastian pasar bagi pekebun. Pengurus KUD juga berbagi pengalaman tentang bagaimana koperasi dapat membantu menyediakan sarana produksi, memperkuat posisi tawar anggota di hadapan pembeli, dan membuka akses terhadap berbagai layanan pendukung lainnya.

Para peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini. Mereka menyadari bahwa keberadaan kelembagaan koperasi yang kuat tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha pekebun tetapi juga menjadi pilar penting bagi keberlanjutan perkebunan sawit rakyat. Kombinasi antara pembelajaran di kelas melalui metode diskusi partisipatif dan pembelajaran langsung di lapangan melalui kunjungan ke KUD ini menjadikan pelatihan terasa lebih kontekstual, aplikatif, dan menginspirasi.

 

Recent Posts