Iskol Agridaya

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI INSPEKTOR PERTANIAN ORGANIK DAN POPT DI BOGOR: MENYIAPKAN SDM UNGGUL BERSERTIFIKASI BNSP

Sektor pertanian saat ini tidak hanya dituntut untuk produktif, tetapi juga harus memenuhi standar keamanan, keberlanjutan, dan kualitas. Untuk itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan bersertifikat secara resmi. Menjawab kebutuhan tersebut, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Agribisnis Ambissi bekerja sama dengan PT Iskol Agridaya Internasional menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Inspektor Pertanian Organik Tanaman dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dengan peserta pelatihan dari Politeknik Negeri Jember.

Pelatihan ini terbagi menjadi dua skema utama:
  • Skema Inspektor Pertanian Organik Tanaman dilaksanakan selama tujuh hari, dari tanggal 13 hingga 19 Oktober 2025, yang disampaikan langsung oleh Bapak Rifa Rusiva seorang ahli di bidang pertanian organik dan sertifikasi yang membawakan materi terkait sistem pertanian organik dan standar inspeksi sesuai regulasi.
  • Skema Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) berlangsung dari tanggal 13 hingga 17 Oktober 2025, dipandu oleh Bapak Gilang Aditya Rahayu, praktisi berpengalaman di bidang perlindungan tanaman dan pertanian organik yang membahas teknik identifikasi dan pengendalian organisme pengganggu tanaman berbasis ekologi.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian materi, tetapi juga diakhiri dengan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi BNSP merupakan pengakuan formal terhadap kompetensi seseorang yang diperoleh melalui asesmen oleh LSP berlisensi. Sertifikat ini diakui secara nasional dan menjadi bukti bahwa pemegangnya memiliki keterampilan sesuai dengan standar kerja yang ditetapkan pemerintah yakni Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka secara langsung di dunia kerja maupun lapangan. Ini juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan lulusan pendidikan vokasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang sah. Ke depan, sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan lembaga sertifikasi seperti ini diharapkan terus berlanjut untuk mendorong terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.

Recent Posts