Iskol Agridaya

Menuju Sawit Rakyat Berdaya, BPDP dan ISKOL Perkuat Kelembagaan di Sumut

Medan – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI (Ditjen Perkebunan) terus berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit melalui program Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS). Pada tahun 2025, BPDP dan Ditjen Perkebunan kembali menggandeng PT Iskol Agridaya Internasional (ISKOL) untuk menyelenggarakan rangkaian pelatihan bagi pekebun sawit rakyat di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini dipusatkan di AIHO Hotel, Kota Medan, dan berlangsung mulai 25 Agustus hingga 3 September 2025 dengan peserta sebanyak 54 pekebun sawit dari Kabupaten Batubara.

Pelatihan terbagi ke dalam dua program utama yang saling melengkapi. Pertama, Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, yang digelar pada 25–28 Agustus 2025 dengan diikuti oleh 26 peserta. Program ini dirancang untuk memperkuat rasa persatuan, kekompakan, dan solidaritas antarpekebun, sehingga mereka mampu membangun kerjasama yang lebih produktif dalam kelompok tani. Kedua, Pelatihan Penguatan Kelembagaan, yang berlangsung lebih panjang pada 25 Agustus–3 September 2025 dengan peserta sebanyak 28 orang. Fokus dari program ini adalah peningkatan kapasitas kelembagaan pekebun sawit, mulai dari pengelolaan organisasi kelompok, tata kelola usaha tani, hingga strategi memperluas jejaring kerja sama dengan pihak eksternal.

Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada 25 Agustus 2025 dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ir. Baginda Siagian, M.Si yang hadir secara daring, Perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Polora Barimbing, SP., MM, serta Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batubara, Ananda Fadhilah Akbar, SP. Dalam arahannya, Ir. Baginda Siagian menekankan bahwa kelembagaan pekebun yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan perkebunan rakyat. Menurutnya, melalui pelatihan ini peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga bekal kepemimpinan dan manajemen kelompok yang akan mendukung produktivitas di tingkat tapak. Ia juga berpesan agar ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kembali kepada pekebun lain di Kabupaten Batubara sehingga manfaat pelatihan ini menjangkau lebih luas.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menerima berbagai materi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pekebun di lapangan. Pada program Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, peserta didorong memahami pentingnya kesadaran berkelompok, membangun komunikasi yang efektif antaranggota, serta membangun rasa saling percaya sebagai dasar terbentuknya kelompok tani yang solid. Sementara itu, pada program Penguatan Kelembagaan, materi yang disampaikan lebih teknis, meliputi manajemen kelembagaan tani, pembentukan struktur organisasi yang sehat, strategi meningkatkan akses informasi dan pasar, serta cara memperluas jejaring kelompok dengan mitra usaha maupun lembaga pendukung lainnya.

Metode pembelajaran dirancang interaktif, dengan memadukan presentasi, diskusi, studi kasus, hingga simulasi pengambilan keputusan kelompok. Peserta aktif berdiskusi, saling bertukar pengalaman, serta mempraktikkan langsung materi yang diperoleh dalam bentuk simulasi kerja kelompok.

Pendekatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk keterampilan praktis yang dapat segera diterapkan ketika peserta kembali ke kelompok taninya masing-masing.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pekebun untuk memperluas jaringan, baik antar kelompok di Kabupaten Batubara maupun dengan pemangku kepentingan lain yang hadir. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan terbentuk jejaring yang lebih solid antarpetani, sehingga mereka memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam mengelola usaha tani sawit rakyat.

Melalui pelatihan SDMPKS di Sumatera Utara ini, BPDP, Ditjen Perkebunan, dan ISKOL berharap pekebun sawit mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kapasitas kelembagaan, dan membangun kerja sama yang lebih luas. Dengan begitu, perkebunan sawit rakyat di Sumatera Utara dapat berkembang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung daya saing industri sawit nasional di masa depan.

 

 

Recent Posts