Iskol Agridaya

PT Iskol Agridaya Internasional Fasilitasi Asistensi Sertifikasi Organik Kelompok Tani Giriloji di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

PT Iskol Agridaya Internasional memfasilitasi kegiatan Asistensi Sertifikasi Organik bagi Kelompok Tani Giriloji, yang berlokasi di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 21 April hingga 22 Mei 2025, dengan fokus pada komoditas unggulan kelompok tersebut, yakni gula semut.

Kegiatan asistensi ini terbagi menjadi tiga tahapan utama, dimulai dengan pelatihan intensif, dilanjutkan dengan pendampingan teknis, dan diakhiri dengan proses pra-penilaian (pre-assessment
***

Tahap Pertama: Pelatihan Standar Organik

Gambar 1. Kegiatan Pelatihan Asistensi Organik

Tahap pertama berupa pelatihan yang berlangsung selama lima hari dan diikuti oleh seluruh anggota Kelompok Tani Giriloji. Pelatihan ini mencakup topik penting seperti pemahaman terhadap standar organik dan sistem kontrol internal (ICS), peningkatan kesuburan tanah, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), serta penguatan kelembagaan dan strategi pemasaran.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sistem manajemen yang diperlukan para petani dalam upaya memperoleh sertifikasi organik yang diakui secara nasional maupun internasional.

Tahap Kedua: Pendampingan Lapangan

Gambar 2. Kegiatan Pendampingan Asistensi Organik

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan teknis selama tujuh hari. Pendampingan ini difokuskan pada persiapan administratif serta evaluasi praktik pertanian yang telah diterapkan. Fasilitator dari PT Iskol juga mendorong perubahan pola pikir petani menuju sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan, menjaga kesehatan tanah, serta menghasilkan produk pangan yang aman dan berkelanjutan.

Selama pendampingan, ditemukan beberapa tantangan lapangan, seperti lokasi kebun yang berdekatan dengan kandang ternak dan rumah tinggal, sehingga limbah dari hewan dan rumah tangga langsung masuk ke area kebun. Selain itu, sebagian kebun petani juga mengalami serangan hama kumbang badak (secara lokal dikenal sebagai *wawung*), yang hingga saat itu belum ditemukan solusi yang efektif oleh petani.

Tahap Ketiga: Pre-Assessment dan Solusi Lapangan

Gambar 3. Kegiatan Pendampingan Asistensi Organik

Sebagai tahap evaluasi awal, kegiatan pre-assessment dilakukan guna menilai sejauh mana penerapan standar organik oleh kelompok tani. Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk melakukan perbaikan sebelum audit resmi dilakukan.

Menanggapi masalah yang ditemukan selama pendampingan, fasilitator PT Iskol, Kelompok Tani Giriloji, dan Dinas Pertanian Provinsi DI Yogyakarta bekerja sama merumuskan beberapa solusi:

  1. Masalah Limbah Ternak: Untuk kandang ternak yang terlalu dekat dengan kebun, beberapa petani bersedia memindahkan kandang ke lokasi yang lebih jauh. Bagi kandang yang tidak memungkinkan untuk dipindahkan, solusi alternatif adalah menanam tanaman pagar sebagai penghalang agar limbah tidak langsung mengenai tanaman di kebun.
  2. Serangan Hama Wawung: Dinas Pertanian akan menyelenggarakan pelatihan khusus mengenai pembuatan trap atau jebakan hama. Pelatihan ini akan melibatkan seluruh anggota kelompok tani guna memastikan solusi dapat diterapkan secara kolektif dan efektif.
  3. Limbah Rumah Tangga: Kelompok tani merencanakan pembangunan jalur pembuangan limbah rumah tangga menggunakan pipa paralon yang akan diarahkan ke lokasi di luar area kebun. Namun, keterbatasan dana menjadi kendala utama dalam implementasi rencana ini. Saat ini, pengurus ICS tengah berupaya mencari sumber pendanaan yang memungkinkan, mengingat biaya pelaksanaan cukup besar jika harus ditanggung secara pribadi oleh para petani.
Gambar 4. Kegiatan Diskusi bersama Fasilitator ISKOL, Tim ICS, serta Lembaga pemerintah DIY

Melalui kolaborasi antara fasilitator, petani, serta dukungan dari lembaga pemerintah, kegiatan asistensi ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan sistem pertanian yang adil, berkelanjutan, dan memenuhi standar organik.

PT Iskol Agridaya Internasional berharap inisiatif ini dapat menjadi model bagi kelompok tani lainnya dalam mencapai sertifikasi organik sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.

Recent Posts