Call us : (0251) 8413564 / 08118811930
Mail us : bdm@iskol-agridaya.com

PT I-Skol Agridaya Internasional Mendampingi Petani Kopi Khas NTB

Nusa Tenggara Barat sudah terkenal dengan pesona alam dan wisatanya. Namun, belum banyak yang tahu bahwa NTB juga memproduksi kopi khas yang berpotensi mendunia. Kopi khas yang dimaksud adalah Kopi Sembalun dan Kopi Tambora. Kedua kopi ini tumbuh baik karena berada di lingkungan vulkanik yang cenderung subur. Selain itu, kedua kopi ini juga memiliki aroma dan cita rasa yang khas. Kopi Sembalun memiliki warna coklat mendekati hitam pekat dan aroma yang begitu harum saat dihirup. Begitu pun dengan Kopi Tambora, memiliki warna yang hitam dengan aroma yang sangat nikmat.

Pada Bulan April 2018 lima fasilitator PT ISKOL Agridaya Internasional melakukan kegiatan pendampingan pertanian organik untuk lima kelompok tani di Kabupaten Lombok dan Kabupaten Bima. Lima kelompok tani tersebut  berada di Desa Sajang, Desa Genggelang, Desa Batu Mekar, Desa Sambik Elen di Kab Lombok, Desa Oi Bura di Kab Bima. Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua dari rangkaian persiapan sertifikasi pertanian organik di provinsi NTB. Kegiatan pendampingan ini berlangsung selama 14 hari. Salah satu agenda yang dilakukan pada tahapan ini adalah inspeksi internal. Inspeksi internal merupakan kegiatan yang mana kebun kebun petani yang terdaftar di AFL (Approved Farmer List) diinspeksi oleh inspektor internal untuk mengetahui kondisi lahan dan sistem pertanian di tiap kelompok tani.

Kelompok Tani Gerok Sokong di Desa Sajang memiliki anggota sekitar 40 orang untuk program organik ini. Sehingga membutuhkan tenaga ektra saat melakukan inspeksi internal. Tegar Patidjaya yang merupakan fasilitator di Kelompok Tani penghasil kopi khas NTB ini mengatakan bahwa petani di kecamatan Sembalun ini memiliki semangat yang tinggi sehingga Tegar yakin Kelompok Tani ini layak untuk mendapatkan sertifikasi organik. Selain kopi khas NTB dari sembalun, PT ISKOL juga mendampingi petani kopi tambora di Desa Oi Bura, Kab Bima. Desa yang terletak 15 Km dari Gunung Tambora ini menyimpan potensi besar untuk menjadi pengekspor kopi. Dinas Perkebunan Nusa Tenggara Barat berharap adanya pelatihan pertanian organik dari PT Iskol ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para petani karena akan memberikan feedback yang baik pula untuk perekonomian petani itu sendiri.