Call us : (0251) 8413564 / 08118811930
Mail us : bdm@iskol-agridaya.com

BI Bekerjasama dengan ISKOL dalam Pengembangan Petani Kopi di Kotamobagu

Pelatihan sertifikasi organik sesuai SNI Kopi Kotamobagu

Indonesia memiliki potensi pasar yang besar untuk komoditas kopi. Namun, sayangnya belum banyak petani kopi Indonesia mengetahui standar yang diminta oleh pasar lokal maupun dunia. Ada banyak pihak yang ingin membantu  mengatasi itu mulai dari pemerintah, instansi, swasta maupun personal. Salah satu diantaranya yaitu, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Utara (KPw BI Sulut), mereka memiliki beberapa kelompok tani binaan di wilayah Kotamobagu untuk komoditas kopi. Dalam rangka mengembangkan potensi petani binaannya, BI KPw Sulut bekerjasama dengan PT Iskol Agridaya Internasional mengadakan Pelatihan Sistem Pertanian Organik dengan Standar SNI.

Pelatihan tersebut dilakukan pada bulan April 2019, fasilitator kami Paulus Gandi Bayu mengisi  pelatihan organik untuk kelompok tani binaan Bank Indonesia Kpw Sumatera Utara. Ada 5 kelompok tani yang mengikuti pelatihan tersebut yaitu, KT Todopot, KT Sumayat, KT Posianggo, KT Mogutallong, KT Bangelon 1.

Presentasi Standar Internal
Praktek Inspeksi Internal

Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari. Pada hari pertama Pembukaan Pertemuan Pelatihan Standar Organik SNI Kopi Organik dibuka oleh Perwakilan KPw BI yaitu Bapak Hendro Sirait. Selain itu, pada pertemuan ini  peserta dan Kabid Perkebunan setempat bersepakat untuk membentuk ICS atau badan monitoring pertanian organik yang bernama ICS Momosad Sejahtera dengan tujuan mengontrol system pertanian organik di  5 Kelompok Tani tersebut.

Materi pelatihan yang disampaikan merupakan Standar Pertanian Organik dan Lestari yang mengacu pada SNI 6729:2016 untuk komoditi kopi. Selama pelatihan, peserta cukup aktif dan antusias. Di hari kedua, kegiatan yang dilakukan adalah penyusunan struktur organisasi, pendaftaran anggota, standar internal organik dan analisa manajemen resiko. Praktek inspeksi internal kebun serta pengolahan kopi dilakukan di hari terakhir. Namun, ada kegiatan lanjutan yang masih perlu dilakukan oleh ICS Momosad Sejahtera ataupun kelompok tani yang sudah pernah mendapat pelatihan yang sama dari Iskol agar bisa fokus memproduksi kopi organik sesuai standar lokal (SNI) yaitu Pendampingan lanjutan dan Pre Assessment.

Penulis : Satya Ratna Lestari