
Sektor pertanian masih menjadi salah satu pilar penting perekonomian Indonesia. Selain menjadi penyedia pangan nasional, sektor ini juga berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja serta penggerak ekonomi. Kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional terus menunjukkan peran yang signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 14% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Sektor pertanian juga berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Produksi beras Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai lebih dari 34 juta ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan produksi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi penopang utama kebutuhan pangan masyarakat. Namun di balik capaian tersebut, salah satu permasalahan utama yang dihadapi sektor pertanian adalah menurunnya jumlah petani muda dan pentingnya regenerasi petani. Mayoritas petani Indonesia saat ini berada pada kelompok usia di atas 45 tahun, sementara minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih relatif rendah.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut antara lain persepsi bahwa sektor pertanian kurang menjanjikan secara ekonomi dan kurangnya program pengembangan kapasitas yang menarik bagi petani generasi muda. Apabila kondisi ini tidak segera diatasi, sektor pertanian berpotensi mengalami kekurangan tenaga kerja produktif di masa depan, yang akhirnya dapat berdampak pada ketahanan pangan nasional. Pengembangan SDM pertanian juga tidak dapat dilepaskan dari dinamika ekonomi dan geopolitik global. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai peristiwa global seperti konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga gangguan rantai pasok pangan telah memicu ketidakstabilan harga pangan dunia.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, program pelatihan dan pengembangan SDM pertanian menjadi salah satu strategi yang sangat penting. Melalui pelatihan, petani dan pelaku usaha pertanian dapat meningkatkan keahlian teknisnya dilapangan, penguatan manajemen agribisnis, kewirausahaan, adaptasi terhadap iklim, informasi terkait pasar dan rantai pasok serta pemanfaatan teknologi. Selain itu, program pelatihan berperan dalam membentuk pola pikir pelaku usaha pertanian agar memiliki I yang kuat, manajemen resiko, adaptif dan mampu mengambil keputusan secara tepat. Dengan bekal tersebut, pelaku usaha pertanian diharapkan mampu menjalankan usahanya dengan lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, para pelaku pertanian, penyuluh, generasi muda, maupun masyarakat yang memiliki minat di bidang pertanian diharapkan dapat memanfaatkan berbagai program pelatihan yang tersedia sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas pengetahuan.
Ingat Pelatihan Pertanian, Ingat Iskol Agridaya.
Info selengkapnya cek di website dan sosial media Iskol Agridaya.
WhatsApp kami, klik disini