Iskol Agridaya

Sinergi BPDP dan Iskol Agridaya Tingkatkan Kompetensi Pekebun Sawit Kab. Ogan Komering Ilir Melalui Pelatihan Implementasi ISPO Angkatan III – V

Palembang, 09–14 Juni 2026 – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI (Ditjen Perkebunan) Kembali berkolaborasi dengan PT Iskol Agridaya Internasional dalam menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi Pekebun Kelapa Sawit Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini diselenggarakan di Hotel Aryaduta Palembang, diikuti oleh 101 orang pekebun sawit. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pekebun dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip ISPO sebagai standar perkebunan sawit yang berkelanjutan, bertanggung jawab, dan berdaya saing di pasar global.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit (SDMPKS), sekaligus mendorong penerapan praktik budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan di tingkat pekebun rakyat. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman yang lebih mendalam mengenai prinsip, kriteria, dan indikator ISPO sebagai dasar dalam mewujudkan tata kelola perkebunan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pekebun mengenai pentingnya sertifikasi dan penerapan standar ISPO dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun.

Acara pembukaan pelatihan dilaksanakan pada 9 Juni 2026 dan dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi terkait, antara lain Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Havizman, S.P., M.Si., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Dedy Kurniawan, S.STP., M.Si., serta perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan, Tulus Margono, S.P., M.P., yang hadir secara daring.

Dalam sambutannya, Tulus Margono menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pekebun sebagai bagian dari upaya mewujudkan perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan. Secara resmi, beliau membuka kegiatan pelatihan dan berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan dalam implementasi ISPO. Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pekebun sebagai salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya saing sektor perkebunan rakyat. “Melalui pelatihan ini, diharapkan kapasitas organisasi kelompok tani dapat semakin meningkat. Kelembagaan yang kuat akan memperkuat posisi tawar pekebun dalam menghadapi dinamika pasar serta mendukung pengembangan usaha perkebunan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pelatihan, pada tanggal 13 Juni 2026 seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Produsen Kelapa Sawit (KPKS) Tri Bakti Sentosa, yang berlokasi di Desa Sidorejo, Kabupaten Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin. Peserta memperoleh penjelasan langsung dari pengurus KPKS Tri Bakti Sentosa mengenai bagaimana koperasi berperan dalam membantu anggotanya memenuhi persyaratan dokumen ISPO, membangun sistem pencatatan dan pelaporan yang tertib, serta menciptakan rantai pasok yang lebih transparan dan berkeadilan.

Melalui kegiatan ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan PT Iskol Agridaya Internasional berharap semakin banyak pekebun yang memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ISPO, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha perkebunan, serta kesejahteraan pekebun kelapa sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Sumatera Selatan secara umum.

Recent Posts